SEMINGGU kemudian, Sabtu (8/12), Ia pun kembali datang. Dan saya menyampaikan ini kepada pak Imbalo. Sekretaris Dewan Pendidikan ini pun ditemui langsung oleh pak Imbalo, Pendiri Yayasan Hang Tuah.
‘’Semenjak sekolah ini berdiri tidak ada bantuan dari pemerintah kecuali dana bos yang memang semua sekolah dapat,’’ jelasnya.
Jika memberi bantuan, jelasnya, tidak perlu ada pemotongan. ‘’Berikan saja seperti halnya progam BOS. Dan yang perlu diingat antara yang meminta dan tidak harus mendapat porsi yang sama untuk mendapatkan bantuan,’’ paparnya.
Imbalo menjelaskan sekolah ini akan saya jual.’’Jual sahamnya sebagian yang nilai asetnya dapat dihitung. Untuk saat ini pajak menilai sekitar Rp5 miliar,’’ paparnya. Ini untuk meningkatkan percepatan pembangunan sekolah yang berdiri sejak 20 tahun yang lalu ini.
Jika saya bertahan dengan kondisi ini maka perkembangan sekolah tidak akan cepat. ‘’Satu tahun hanya bisa membangun satu lokal dari uang yang tersisa. Sedangkan bangunan lain akan menyusul untuk perbaikan,’’ ujarnya.
Kemampuan yang terbatas ini, karena memang Sekolah Hang Tuah tidak menerapkan uang masuk dan uang pembangunan.
‘’Ada yang menawar sekolah ini. Tapi ia menanyakan berapa lama uangnya kembali. Ini jelas tak nyambung. Pendidikan berbeda dengan bisnis. Jadi tidak saya lanjutkan,’’ ujar bapak empat orang anak ini.
Sembari memperhatikan sekolah yang telah menyerahkan proposal, Imbalo menghela nafas. ‘’Saya kenal dengan pendiri sekolah yang ada di daftar ini. Semoga kondisi pemotongan bantuan ini dapat berubah,’’ harapnya.
Selanjutnya, dapat panjang lebar, Sekretaris Dewan Pendidikan yang juga mahasiswa Sekolah Tinggi di perguruan Ibnu Sina ini mohon diri. Dan kami pun hanya bisa berdoa dan berharap akan dapat bantuan dengan jalan yang baik.’’Bantuan satu sak semen bahkan satu spidol pun saya terima jika memang bantuannya dapat ikatan atau pemotongan seperti ini,’’ kata Imbalo yang suka baca buku sejarah ini. Anda berminat sebagai pembeli? Hubungi no hp 0811 698 145 atas nama Imbalo Iman Sakti (***)
Jual Sekolah Hang Tuah
Desember 9, 2007 oleh hangtuahbatam