PERSOALAN rumah tangga, pembelajaran di sekolah maupun permasalahan di lingkungan kerja dan masyarakat disebabkan komunikasi yang terhambat.Kesuksesan lingkungan yang disebutkan di atas akan berhasil jikakomunikasi berjalan dengan lancar. Al Quran memberi contoh suri tauladan Nabi Ibrahim dalam surat Al Mumtahanah ayat 4 yang artinya : Telah ada teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang bersamanya, Tatkala mereka berkata kepada kaumnya, ”Kami berlepas diri daripadamu, Dan dari apa yang kamu sembah selain Allah. Kami ingkar (akan kekafiranmu), Dan nyata telah ada permusuhan antara kami dan kamu, Dan kebencian selama-lamanya, Sampai kamu beriman kepada Allah Yang Esa Semata.” Tapi bukan (teladan yang baik) perkataan Ibrahim kepada ayahnya, ”Akan kumohonkan ampun bagimu,Kendati tiada kuasaku sedikit pun Untuk menolongmu terhadap Allah.” (Mereka berdoa), ”Tuhan kami! Kepada-Mu kami tawakal, Dan kepada-Mu kami bertaubat, Kepada-Mu tujuan kembali.
Adapun pendekatan komunikasi antara orang tua dengan anak ataupun guru dengan murid dijelaskan dalam surat Al Baqarah ayat 132 yang artinya Dan Ibrahim mewasiatkan ini kepada putera-puteranya. Dan Yakub (juga berpesan) ”Hai putera-puteraku ! Allah telah memilih agama bagimu. Maka janganlah kamu mati, Kecuali dalam berserah diri. Dengan pendekatan yang lembut atau dengan dawai hati ini maka Ibrahim memiliki keturunan yang baik dan soleh sesuai dengan doanya kepada Allah. Dari Ishak lahirlah keturunan Nabi Ishak – Yakub dan Isa.
Sedangkan dari Nabi Ismail lahirlah keturunan Nabi Muhammad SAW. Keberhasilan seorang pendidik adalah dengan cara menanamkan kedekatan. Guru yang baik dan dapat menyampaikan pesan dengan baik maka Insya Allah nilainya akan tinggi di sisi Allah SWT. Jika penyampaiannya menyakitkan hati dan ada duri dalam daging maka pesan yang disampaikan tidak akan tertanam kepada murid.
Dalam surah ke 37 As Shaffat disampaikan agar dalam penyampaian dan komunikasi dilakukan dengan baik. Dan ini juga telah dilakukan Nabi Ibrahim kepada anaknya Ismail tatkala beranjak dewasa. ”Ayah mimpi menyembelih kamu. Apa pendapatmu,” tanya Ibrahim kepada Ismail.
Karena kepercayaan anak kepada orang tua yang tinggi maka Ismail pun menjawab.”Wahai ayah, lakukan apa yang diperintahkan. Ayah akan melihat kondisi ananda dalam keadaan yang sabar.
Dalam surah Lukman dan Hud juga disampaikan hal yang sama. Dalam buku Mendidik Anak ala Rasulullah ada beberapa catatan yang dapat menjadi contoh. Yang pertama adalah menjalin dawai hati. Contoh jika kita pernah melihat lumba-lumba show, maka sebelum diperintah lumba-lumba diberi makan terlebih dahulu. Dalam sekejap, lumba-lumba tersebut akan menurut perintah ”majikan”-nya.
Yang kedua penyampaian harus dilakukan dengan lemah-lembut dan kata-kata yang bisa dipahami dengan baik. Contoh adalah perintah Allah kepada Musa agar menyampaikan dakwah kepada Firaun dengan baik dan lemah lembut.
Tentunya istri atau anak kita tidak seburuk Firaun ataupun kita tidak sebaik Musa. Maka mereka berhak untuk menerima komunikasi dengan baik.
Dalam buku Pendidikan Rasulullah kepada sahabat dapat diambil kesimpulan hampir seluruh sahabat merasa yang paling dicintai Rasulullah. Jika ini dijalankan Isnya Allah dapat diselesaikan dengan baik.
Disampaikan Ust Aminuddin Dahad,Lc, M.A pada khutbah Jumat di Masjid Raya Batam tanggal 21-12-2007
Komunikasi Guru dengan Murid
Desember 22, 2007 oleh hangtuahbatam