Kelulusan UN SMP 99,45 Persen; Tahun ini, 20.234 Siswa SMP Tidak Lulus; Tingkat Kelulusan Siswa SMP di Kepri 96,68 Persen; Nilai UN Jateng dan Kalbar Terburuk; Bali Raih Nilai UN SMP Tertinggi!;1.154 Siswa di Jatim Tidak Lulus; Batam Urutan Kedua se Provinsi Kepri pada Kelulusan UN SMP 2011
Kelulusan UN SMP 99,45 Persen
Untuk tahun 2011 ini ada 20.234 siswa SMP/MTS atau sekitar 0,55 persen siswa tidak lulus UN. Rata-rata siswa yang tidak lulus UN itu memperoleh nilai kurang dari 5.00. Sedangkan siswa yang berhasil lulus sebanyak 3.640.569 siswa atau 99,45 persen dari 3.660.803 siswa SMP/MTs yang mengikuti UN tahun 2011. Mendiknas mengatakan, tingkat kelulusan UN tahun ini mengalami peningkatan sekitar 0,03 persen dibandingkan tahun lalu yang hanya mencapai 99,42 persen.
“Data awal peserta yang akan mengikuti UN berjumlah 3.714.216 siswa. Setelah itu sekolah kita minta untuk memasukkan nilai sekolah, dan ada 36.685 siswa tidak diberikan nilai dengan berbagai macam alasan. Jadi, tinggal 3.677.531 siswa. Dari sini ternyata semuanya tak ikut UN, yang ikut hanya 3.660.803 siswa,” jelasnya.(***)
Tahun ini, 20.234 Siswa SMP Tidak Lulus
Tahun ini, dari 3.714.216 siswa SMP/MTs yang mendaftar ujian nasional (UN), hanya 3.660.803 siswa yang mengikuti UN dan sebanyak 3.640.569 atau 99,45 persen yang dinyatakan lulus. Sementara itu, 20.234 siswa SMP/MTS atau 0,55 persen siswa lainnya dinyatakan tidak lulus. Demikian dipaparkan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh di Gedung Kemendiknas, Jakarta, Rabu (1/6/2011).
Berdasarkan data Kementrian Pendidikan Nasional, rata-rata siswa yang tidak lulus UN memperoleh nilai kurang dari 5.00 pada mata pelajaran tertentu. Mendiknas mengatakan, tingkat kelulusan UN tahun ini mengalami peningkatan sekitar 0,03 persen dibandingkan tahun lalu yang persentase kelulusannya hanya 99,42 persen.
Data awal peserta yang akan mengikuti UN berjumlah 3.714.216 siswa. Setelah itu sekolah kita minta memasukkan nilai sekolah, dan ada 36.685 siswa tidak diberikan nilai dengan berbagai macam alasan. Jadi, tinggal 3.677.531 siswa. Dari sini, yang ikut UN hanya 3.660.803 siswa,” ungkapnya.
Berdasarkan analisa Kemdiknas, ada 744 siswa yang memiliki nilai rata-rata ujian sekolah mencukupi. Namun, karena ada satu atau dua mata pelajaran yang memperoleh nilai di bawah lima, mereka dinyatakan tidak lulus UN.”Dari seluruh siswa yang tidak lulus, paling banyak rata-rata nilainya kurang dari lima, yakni sebanyak 19.490 orang,” ujar Nuh. (***)
Tingkat Kelulusan Siswa SMP di Kepri 96,68 Persen
Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) menjadi provinsi dengan persentase tidak lulus UN tertinggi. Tercatat 6,15 persen atau sama dengan 3.722 siswa yang tidak lulus UN 2011 dari 60.518 siswa yang ikut UN. Setelah Kalbar, presentase ketidaklulusan tertinggi ditempati Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang mencapai 3,32 persen atau 657 atau tingkat kelulusan mencapai 96,68.
Selanjutnya, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyusul dengan jumlah ketidaklulusan mencapai 2,61 persen atau sama dengan 1.919 siswa dan disusul kemudian oleh Provinsi Bangka Belitung sebanyak 2,16 persen atau 332 orang, serta Sumatera Barat sebanyak 1,85 persen atau 1.525 siswa.”Kalau melihat dari jumlah siswa secara nasional, maka provinsi Jawa Tengah paling besar siswa yang tidak lulus UN, yaitu sebanyak 4.823 orang atau 0,95 persen,” kata Mendiknas kepada wartawan, Rabu (1/6/2011), di Jakarta.
UN Bahasa Indonesia Kembali Jadi Momok
Seolah mengulang hasil Ujian Nasional Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (UN SMA/MA), UN Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTS) Tahun Ajaran 2010-2011 kembali menjadi momok, terutama pelajaran bahasa Indonesia.
Data Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) memperlihatkan nilai akhir mata pelajaran (mapel) itu memiliki nilai minum 0,8. Hasil ini sebanding dengan mapel Matematika. Sementara bahasa Inggris dan IPA masing-masing bernilai minimum 0,9 dan 1,0.
“Memang Bahasa Indonesia termasuk yang rendah. Ini akan menjadi pokok bahasan berikutnya,” ujar Mendiknas Mohammad Nuh kepada para wartawan, di Jakarta, Rabu (1/6).
Sebelumnya, untuk tingkat SMA/MA, ada 1.786 siswa diganjar ketidaklulusan ujian nasional (UN) 2011, akibat mata pelajaran (mapel) bahasa Indonesia kurang dari 4. Jumlah itu merupakan yang terbanyak kedua setelah Matematika.
Nilai akhir mapel ini, lanjutnya, memiliki nilai maksimum 9,9, dan rata-rata 7,49. Sementara untuk nilai UN bahasa Indonesia murni, minimum 0,4, dengan rata-rata 7,12. “Kayaknya siswa ini baru pulang dari luar negeri,” canda Nuh tentang siswa dengan nilai bahasa Indonesia minimum itu. (***)
Nilai UN Jateng dan Kalbar Terburuk
Berdasarkan data yang dipaparkan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh, dengan perolehan jumlah 4.823 atau 0,95 persen siswa SMP/MTs yang tidak lulus ujian nasional (UN), tahun ini Provinsi Jawa Tengah sebagai Provinsi dengan jumlah siswa tidak lulus UN terbanyak. Hal itu terjadi karena jumlah siswa yang mengikuti UN di provinsi tersebut terbilang cukup banyak, yaitu mencapai 544.498 peserta.
Sementara itu, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) menjadi provinsi dengan persentase tidak lulus UN tertinggi. Tercatat 6,15 persen atau sama dengan 3.722 siswa yang tidak lulus UN 2011 dari 60.518 siswa yang ikut UN. Setelah Kalbar, presentase ketidaklulusan tertinggi ditempati Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang mencapai 3,32 persen atau 657.
Selanjutnya, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyusul dengan jumlah ketidaklulusan mencapai 2,61 persen atau sama dengan 1.919 siswa dan disusul kemudian oleh Provinsi Bangka Belitung sebanyak 2,16 persen atau 332 orang, serta Sumatera Barat sebanyak 1,85 persen atau 1.525 siswa.”Kalau melihat dari jumlah siswa secara nasional, maka provinsi Jawa Tengah paling besar siswa yang tidak lulus UN, yaitu sebanyak 4.823 orang atau 0,95 persen,” kata Mendiknas kepada wartawan, Rabu (1/6/2011), di Jakarta.
Bali Raih Nilai UN SMP Tertinggi!
Provinsi Bali berhasil meraih nilai ujian nasional (UN) tertinggi tingkat SMP/MTs. Nilai rata-rata UN SMP/MTs Provinsi Bali mencapai 8,11. Sebelumnya, di tingkat SMA/sederajat, SMAN 1 Denpasar, Bali, menduduki posisi keenam nasional dengan nilai rata-rata 9.34.
Posisi kedua diduduki Sumatera Utara dengan nilai rata UN 8,04 dan ketiga adalah Jawa Timur dengan nilai rata-rata 7,86. Sementara dengan nilai rata-rata 6,71, Provinsi Kalimantan Barat menempati posisi sebagai daerah dengan nilai rata-rata UN terendah. ”Karena itu, rata-rata nasional nilai UN SMP/MTs adalah 7,56,” kata Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh kepada wartawan, Rabu (1/6/2011), di Jakarta.
Nuh melanjutkan, ada 744 siswa yang sebenarnya memiliki nilai rata-rata ujian sekolah mencukupi. Namun, karena ada satu atau dua mata pelajaran yang memperoleh nilai di bawah lima kemudian mereka menjadi tidak lulus.”Siswa lain yang tidak lulus, paling banyak rata-rata nilainya kurang dari lima. Jika ditotal mencapai 19.490,” ujarnya.
Tahun ini, dari 3.714.216 siswa SMP/MTs yang mendaftar ujian nasional (UN), hanya 3.660.803 siswa yang mengikuti UN dan sebanyak 3.640.569 atau 99,45 persen yang dinyatakan lulus. Sementara itu, 20.234 siswa SMP/MTS atau 0,55 persen siswa lainnya dinyatakan tidak lulus. (***)
1.154 Siswa di Jatim Tidak Lulus
Sebanyak 1.154 siswa sekolah tingkat SMP/Mts/SMP Terbuka di Jawa Timur dinyatakan tidak lulus ujian nasional (UN) tahun ini.Mereka diminta mengikuti ujian paket B yang akan digelar pada Juli mendatang.
‘Siswa yang tidak lulus bisa menyiapkan diri untuk mengikuti kejar paket B pada Juli mendatang. Siswa tidak perlu khawatir, karena status ijazah kejar paket B setara dengan SMP,’ kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Harun, Kamis (2/6/2011).
Secara nasional rata-rata perolehan nilai UN di Jatim menurut Harun, melebihi rata-rata nilai nasional 7,56. Jatim menurut dia menempati peringkat ketiga setelah provinsi Bali (8,11) dan Sumatera Utara (8,04), sementara Jatim (7,86). ’Ini adalah prestasi bagi Jatim, karena pada 2010 Jatim menduduki peringkat ke-5,’ katanya. Ketiga sekolah dengan nilai rata-rata tertinggi pertama diraih oleh SMP Negeri 2 Lamongan (36,29), kedua SMP Negeri 1 Taman Sidoarjo (36,23), dan ketiga SMP negeri 1 Lumajang (36,17).
Sementara tiga siswa dengan perolehan nilai tertinggi, pertama diraih Anas Jatikusuma siswa SMP Negeri 1 Tuban (39,10); kedua Dwi Lia Oktaviana, siswi SMP 3 Jombang (38,60); dan ketiga Fernaldy Frumentius Sutandyo, siswa SMP Petra 3 Surabaya (38,40).
‘Pengumuman kelulusan SMP akan dilakukan secara serempak pada 4 Juni mendatang di sekolah masing-masing,’ katanya. Dari 380.663 peserta UN SMP di Jatim, 739 tidak lulus; Mts dari 155.272 peserta, 215 tidak lulus; dan SMPT dari 4.673 peserta, yang tidak lulus 200 peserta. Dari 540.608 total peserta yang ikut UN, 1.154 siswa (0,213 persen) tidak lulus. (***)
