Subhanallah.. 387 Siswa SD Yogya Raih Nilai UN Matematika Sempurna 10; Mendiknas: UN di SDN Gadel II Harus Diulang; Siswa SD Paparkan Kronologi Penyebaran Contekan; Mendiknas Pamerkan Nilai Siswa SDN Gadel II yang Tak Seragam
Tahun 2011 ini banyak siswa sekolah dasar (SD) kelas VI di Yogyakarta menorehkan prestasi tersendiri. Berdasarkan catatan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Yogyakarta, tahun ini sedikitnya ada 387 siswa SD di kota ini yang berhasil memperoleh nilai sempurna untuk ujian nasional (UN) mata pelajaran matematika. Bahkan, nilai sempurna tersebut terbanyak di mata pelajaran Matematika dibanding mata pelajaran lainnya.
“Banyak memang yang memperoleh nilai sempurna untuk mata pelajaran matematika. Jika dibanding dua mata pelajaran lain, maka jumlah siswa yang memperoleh nilai sempurna untuk matematika adalah yang terbanyak,” papar Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Edy Heri Suasana.
Berdasarkan data, mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) itu jumlah siswa yang memperoleh nilai UN sempurna berjumlah 59 anak. Namun, tidak ada satu pun siswa yang memperoleh nilai UN sempurna untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia. Nilai tertinggi untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia adalah 9,60 yang diraih oleh 40 siswa.
Meski banyak yang memperoleh nilai sempurna kata dia, namun persebaran nilai UN untuk mata pelajaran matematika tersebut belum merata. “Ada SD yang memiliki nilai matematika yang sangat bagus, namun ada pula SD dengan nilai yang biasa saja,” tambahnya. Hasil UN akan dimanfaatkan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta untuk bahan evaluasi dalam program peningkatan mutu sekolah pada 2011/2012.
Mendiknas: UN di SDN Gadel II Harus Diulang
Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh menginstruksikan Dinas Pendidikan Kota Surabaya menggelar ujian nasional ulang bagi siswa kelas 6 SDN Gadel II Surabaya, menyusul peristiwa penyontekan secara massal yang melibatkan guru di sekolah setempat.
Untuk pelaksanaannya, Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) masih akan mengoordinasikan dengan penyelenggara ujian di tingkat provinsi ataupun kota Surabaya karena kewenangan penyelenggaraan ujian ada pada mereka.
Mendiknas juga mengisyaratkan sanksi pada guru-guru yang terlibat. “Kalau yang curang siswanya ya ujian ulang, kalau gurunya terlibat yang kena sanksi sesuai aturan,” katanya seusai meresmikan Rumah Sakit Universitas Airlangga, Selasa (14/6/2011).
Nuh melihat, persoalan akademis itu kini merambah pada persoalan sosial yang menimpa wali murid pelapor kasus penyontekan secara massal ini. Karena itu, dia berharap penyelesaian kasus ini tidak merugikan salah satu pihak, dan yang terpenting tidak mengganggu siswa dalam meneruskan jenjang studinya.
Sementara itu, tim independen yang ditunjuk Wali Kota Surabaya memberikan rekomendasi bahwa ujian nasional (UN) bagi siswa kelas 6 SDN Gadel II Surabaya tidak diulang karena fakta yang ditemukan oleh tim di lembar jawaban siswa peserta ujian tidak ada jawaban yang sama secara signifikan.
Namun, Wali Kota Surabaya melalui inspektorat kota Surabaya sudah menjatuhkan sanksi administrasi kepada guru dan kepala SDN Gadel II Surabaya, di antaranya berupa pencabutan jabatan fungsional sebagai guru dan pemindahan tugas di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Surabaya.
Siswa SD Paparkan Kronologi Penyebaran Contekan
Rasa percaya diri siswa SDN 06 Pesanggrahan, Muhammad Abrari Pulungan, telah pulih lagi setelah sempat down saat dipaksa menyebarkan contekan Ujian Nasional (UN). Ia kini tidak takut lagi untuk memaparkan kronologi kejadian yang dialaminya.
Abrari tiba di ruangan asisten Kesejahteraan Masyarakat Pemprov DKI Jakarta lantai 23, Pemprov DKI Jakarta, Balaikota, Jakarta Pusat, Kamis (16/6/2011).
Abrari akan buka-bukaan soal dugaan pemufakatan jahat dalam UN di hadapan pejabat Pemprov DKI Jakarta.
Ia didampingi kedua orangtuanya, Aswari Pulungan dan Irma Winda Lubis dan Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait, serta anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Wanda Hamidah.
Mereka diterima oleh asisten Kesejahteraan Masyarakat Pemprov DKI Jakarta, Mara Oloan Siregar, Wakil Kepala Dinas Pendidikan Agus Suradika, dan beberapa pejabat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.”Saya tidak takut hari ini karena saya ditemani Bunda sama Papa,” kata Abrari yang mengenakan baju kemeja kotak-kotak warna biru dan celana panjang warna krem.
Wajah anak yang berusia 12 tahun itu terlihat tenang. Siswa yang punya ranking di sekolahnya itu asyik bercakap-cakap dengan Arist terkait kronologi kejadian yang dialaminya tersebut.
“Tadi pagi sebelum ke sini dia nervous, takut. Tetapi, kita sebagai orang tua kasih dukungan pastinya. Saya bilang nggak usah takut. Kalau kamu benar, kamu tidak perlu takut. Yang perlu ditakuti cuma Tuhan,” kata sang bunda, Irma. (***)
Mendiknas Pamerkan Nilai Siswa SDN Gadel II yang Tak Seragam
Mendiknas M Nuh yakin tidak terjadi contek massal di SND Gadel II/577 Tandes, Suarabaya. Sebab nilai anak-anak yang mengikuti ujian nasional (UN) di SD tersebut sangat beragam. Dia pun memamerkan nilai bocah-bocah itu. “Jika itu contek massal, nilai seperti ini tidak akan terjadi,” ujar M Nuh sebelum jumpa pers soal bakteri enterobacter sakazakii pada susu formula di Kemendiknas, Jl Sudirman, Jakarta, Jumat (17/6/2011).
Dia lantas menunjukkan kepada wartawan nilai-nilai yang diperoleh siswa kelas 6 SDN Gadel II dengan menggunakan infocus. Dalam layar terlihat nilai-nilai para siswa. Untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, yang paling rendah nilainya adalah 7,60 dan didapat oleh 2 siswa. Nilai tertinggi adalah 9,80 dan diraih oleh 2 siswa. 9,40 Adalah nilai pelajaran Bahasa Indonesia yang paling banyak didapat oleh siswa yang mengkuti UN di SDN Gadel, yakni diperoleh oleh 16 orang.
Untuk mata pelajaran matematika, nilai terendah adalah 3,50 yang didapat oleh 1 siswa. Sedangkan nilai tertinggi adalah 9,00 yang diraih oleh 15 anak. Nilai 9,00 merupakan nilai yang paling banyak diperoleh siswa kelas 6 SD itu. Sedangkan untuk mata pelajaran IPA, seorang anak mendapat nilai terendah 5,25. Nilai tertinggi adalah 9,75 dan diraih 1 siswa. Nilai yang paling dominan adalah 8,25 yang diraih oleh 10 anak.
“Meskipun opini publik demikian (ada contek massal) tapi saya tetap berdasarkan data yang ada, yaitu nilai ini,” tegas M Nuh.
Adanya instruksi mencontek massal di SDN Gadel II disuarakan oleh Siami atas laporan putranya, Alif. Alif diminta gurunya untuk membagi jawaban kepada teman-temannya saat UN berlangsung. Siami dan keluarganya harus meninggalkan rumahnya untuk mengungsi demi menghindari kemarahan warga. Warga menuding Siami tidak punya hati karena akibat kejujurannya mengungkap mencontek massal, kepala sekolah dan dua guru SDN Gadel II/577 Tandes diberi sanksi.
Sebelumnya, M Nuh menyampaikan bahwa tidak ada kasus contek massal di SDN Gadel II. Keyakinannya muncul dari temuan bahwa tidak ada pola jawaban 60 siswa yang tidak identik.

ditularin dong ilmunya/ manajemennya gmn kok bs meraih prestasi seperti itu….?